Jumat, 16 Januari 2015

Menjadi ibu bukanlah pekerjaan.



Sejak saya dirumah (tidak lagi bekerja) saya baru menyadari, bahwa saat ini ketika seorang istri dirumah dianggap hal yang aneh (tidak populer). Ketika anak dititipkan ke pengasuh atau orang tua malah dianggap hal yang biasa dan sudah seharusnya.

Setiap orang yang mendengar jawaban saya ketika bertanya kenapa saya sekarang di rumah, raut wajahnya seperti heran.

Mungkin sudah saatnya menjadi renungan para wanita... "Apakah keutamaan menjadi ibu itu sudah tergeser karena hasrat yang lebih besar dari pada menjaga dan mengasuh anak - anak".

Sebagian dari yang kudengar keinginan mendapat pengasilan lebih banyak, posisi di masyarakat dan penghormatan dari lingkungan menjadi alasan. 

Memang terasa bedanya sikap orang - orang saat saya masih berkarier dan saat menjadi ibu rumah tangga, yang saya rasakan menjadi ibu rumah tangga kurang dihargai dari pada menjadi Ibu yang berkarier.

Kalau masyarakat kita cenderung meremehkan ibu rumah tangga, seperti apa nantinya para wanita dizaman - zaman yang akan datang.

Mungkin akan datang masa ketika wanita tak ingin jadi ibu karena dianggap pekerjaan yang tak lebih baik dari buruh pabrik yang kerja
4 sesi dalam sehari.